20+ Langkah Wajib Setelah Install WordPress

1. Lengkapi Informasi Website

  • Pastikan informasi tentang website Anda sudah lengkap dengan mengisi Site Title (nama website/blog) dan Tagline
  • Buka dashboard WordPress lalu klik Setting > General. Kemudian isi Site Title dan Tagline sesuai keinginan Anda.
  • Sebaiknya buat nama dan tagline yang bisa menggambarkan website/blog secara keseluruhan agar pengunjung langsung tahu website seperti apa yang mereka kunjungi

2. Pilih Dengan WWW atau Tanpa WWW

  • Anda bebas memilih alamat website dengan WWW atau tanpa WWW. Keduanya sama saja di penilaian mesin pencari seperti Google.
  • Pilih yang sesuai dengan preferensi Anda. Anda bisa mengaturnya melalui Setting > General dan tuliskan alamat website yang Anda inginkan di WordPress Address (URL) dan Site Address (URL).
  • Jika sudah pilih salah satu, pastikan selalu konsisten dengan pilihan Anda. Jangan mengubah dari WWW ke tanpa WWW atau sebaliknya secara tiba-tiba. Perubahan yang tiba-tiba akan berpengaruh buruk pada SEO website Anda.

3. Buat Halaman About Us/About Me

  • Site Title dan Tagline saja belum cukup. Anda perlu menambahkan halaman About Us/About Me agar bisa mengenalkan diri Anda kepada pengunjung secara jelas.
  • Buka dashboard WordPress lalu klik Page > Add New dan buat halaman About Us/About Me.
  • Nama halaman tidak harus selalu About Us/About Me. Anda bisa berkreasi sesuai selera dan gaya Anda. Intinya perkenalkan diri Anda kepada pengunjung!

4. Tambahkan Contact Form

  • Permudah pengunjung untuk menghubungi Anda. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan contact form.
  • Anda bisa menggunakan Contact Form 7 untuk menambahkan formulir kontak. Plugin ini telah digunakan lebih dari 5 juta website.
  • Anda bisa meletakkan contact form di halaman About Me/About Us atau membuat halaman khusus untuk contact form.

5. Buat Sitemap HTML

6. Buat Sitemap XML

  • Selain sitemap HTML, Anda juga perlu membuat sitemap XML. Sitemap XML berfungsi untuk memudahkan mesin pencari dalam melakukan indexing dan crawling di website.
  • Anda bisa menggunakan plugin Google XML Sitemap atau Yoast SEO. Pilih salah satu karena Anda tidak bisa mengaktifkan XML dari dua plugin bersamaan.
  • Jika menggunakan Google XML Sitemap, Anda hanya perlu mengaktifkan plugin dan XML sitemap otomatis aktif. Apabila menggunakan Yoast SEO, buka menu SEO > Features lalu aktifkan fitur Advanced setting pages dan aktifkan XML Sitemap functionality

7. Submit Website ke Google

  • Setelah membuat sitemap, kini yang perlu Anda lakukan adalah submit website ke Google.
  • Buka Google Search Console dan pilih website Anda. Kemudian klik Crawl dan pilih Sitemaps. Setelah itu klik Add/Test Sitemap dan masukkan URL WordPress Sitemap Anda dan klik tombol Submit.

8. Cek Search Engine Visibility

  • WordPress menyediakan fitur Search Engine Visibility yang memungkinkan Anda untuk mengatur apakah website sudah siap diindeks oleh mesin pencari atau belum.
  • Jika sudah siap, pastikan Anda tidak mencentang pilihan Discourage search engines from indexing this site.
  • Apabila masih butuh waktu untuk menyiapkan website dan belum siap website diindeks mesin pencari, Anda bisa mencentang pilihan di atas.

9. Ubah Permalink

  • Secara default, WordPress menggunakan permalink yang rumit seperti ini: https://websiteanda.com/2017/08/10/judul-postingan
  • Sayangnya permalink seperti itu kurang disukai Google. Google lebih suka permalink singkat dan mengandung keyword yang sesuai dengan isi artikel seperti ini: https://websiteanda.com/judul-postingan
    Untuk mengubah struktur permalink yang perlu Anda lakukan adalah menuju Setting > Permalink. Kemudian pilih permalink jenis Post Name. Kemudian save pilihan tersebut.

10. Atur Homepage

  • Terdapat dua jenis homepage, yaitu static page dan latest post. Homepage statis adalah homepage yang menampilkan halaman tertentu yang Anda pilih, biasanya digunakan oleh website toko online atau website perusahaan.
  • Sedangkan latest post homepage adalah homepage yang menampilkan konten terbaru yang Anda terbitkan. Setiap konten terbaru akan muncul paling atas di homepage. Jenis homepage ini biasanya digunakan oleh blog.
  • Anda bisa mengatur homepage dengan menuju Setting > Reading dan pilih jenis homepage sesuai kebutuhan Anda.

11. Install Google Analytics

  • Google Analytics dapat membantu Anda untuk memahami pengunjung website. Apa yang mereka cari, artikel mana yang paling banyak pembacanya, artikel manya yang kurang populer, berapa lama pengunjung membaca blog atau website dan lain-lain.
  • Insight tersebut dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan kualitas konten website atau blog.

12. Install Plugin SEO

  • Search Engine Optimization (SEO) merupakan hal penting yang harus Anda perhatikan sejak awal pembuatan website/blog.
  • Dengan kualitas SEO yang baik, website/blog Anda akan lebih mudah naik ke peringkat teratas hasil pencarian Google.
  • Ada banyak plugin SEO yang bisa Anda pilih. Dua rekomendasi plugin SEO terbaik adalah Yoast SEO dan Rankmath. Anda bisa pilih salah satu yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

13. Install Plugin Backup

  • Backup juga tidak kalah penting. Untuk menghindari kehilangan data-data penting website, Anda harus menyiapkan backup sejak awal pembuatan website/blog.
  • Ada banyak pilihan plugin backup yang bisa Anda gunakan. Salah satu plugin terbaik untuk backup adalah UpdraftPlus

14. Install Plugin Keamanan

  • Keamanan juga selalu menjadi isu utama para pengguna WordPress. Agar WordPress Anda tidak rentan dengan serangan online, Anda perlu meningkatkan kualitas keamanan.
  • Salah satu caranya adalah dengan memasang plugin keamanan. Ada berbagai pilihan plugin keamanan, baik gratis maupun berbayar. Pilih salah satu plugin keamanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda

15. Install Plugin Anti Spam

  • Anda perlu memasang plugin proteksi spam untuk menangkal komentar-komentar yang terindikasi spam dan mengandung link berbahaya. Salah satu plugin terbaik untuk menangkal komentar spam adalah Akismet.

16. Install Plugin Caching

  • Pengunjung tidak suka website atau blog yang loading lama. Berdasarkan riset oleh Akamai sebanyak 57 persen pengunjung akan meninggalkan website yang membutuhkan loading lebih dari tiga detik.
  • Kecepatan loading menjadi salah satu faktor dalam penilaian Google yang menentukan website atau blog bisa naik peringkat di hasil pencarian atau tidak
  • Untuk mempercepat loading website atau blog Anda bisa memasang plugin caching. Salah satu plugin yang cukup terkenal untuk mempercepat loading adalah LiteSpeed Cache.

17. Install Plugin Optimasi Gambar

  • Gambar memang membuat konten website/blog jadi lebih menarik. Namun, jika ukurannya terlalu besar akan memperlambat loading website dan tentu merugikan Anda.
  • Untuk mengatasi ukuran gambar yang terlalu besar, Anda bisa memanfaatkan plugin optimasi gambar. Salah satu rekomendasi terbaiknya adalah WP Smush.

18. Hapus Tema Tidak Terpakai

  • Ketika memilih tema, Anda bisa saja menginstall lima tema, 10 tema, atau bahkan lebih.
    Jika sudah memilih satu tema, sebaiknya hapus sisa tema yang tidak digunakan. Hal ini untuk menghindari disk space yang penuh.
  • Untuk menghapusnya, klik Appearance > Theme pada dashboard. Kemudian pilih tema yang tidak digunakan. Terdapat tombol delete di pojok bawah kanan, klik tombol tersebut dan selesai.

19. Hapus Plugin Tidak Terpakai

  • Selain menghapus tema yang tidak terpakai, Anda juga perlu menghapus plugin-plugin yang tidak terpakai juga. Hal ini untuk menghindari pemakaian disk space berlebihan untuk plugin yang tidak digunakan.
  • Untuk menghapus plugin, buka dashboard WordPress lalu klik Plugin. Kemudian pilih plugin yang akan dihapus lalu klik Delete.

20. Upload Gravatar

  • Untuk melengkapi profil dengan foto, WordPress menyediakan platform terpisah, yaitu Gravatar. Gravatar adalah platform hosting foto profil yang memungkinkan penggunanya untuk menggunakan foto profil yang sama di berbagai website.
  • Cara membuat foto profil di Gravatar cukup mudah. Kunjungi situs Gravatar lalu buat akun menggunakan alamat email yang sama dengan akun WordPress Anda.
  • Setelah itu unggah foto untuk foto profil di Gravatar. Gravatar akan secara otomatis mengintegrasikan foto tersebut dengan foto profil di website Anda.

21. Buat Favicon

  • Favicon, kependekan dari favorite icon, adalah gambar ikon website yang berfungsi sebagai identitas visual website. Favicon biasanya muncul di tab dan bookmark browser.
  • Dengan adanya favicon, blog atau website Anda akan lebih mudah untuk diingat oleh pengunjung di antara website dan blog lain.
  • Cara membuat favicon pun beragam. Anda dapat memilih cara yang menurut Anda paling mudah dari artikel Cara Membuat Favicon untuk Blog dan Website.

22. Generate Password

  • Agar password WordPress sulit ditebak, Anda bisa memanfaatkan fitur Generate Password. Fitur ini akan membantu Anda membuat password yang benar-benar sulit, campuran dari angka, huruf, dan tanda baca.
  • Buka dashboard WordPress lalu pilih Users. Pilih user yang ingin Anda ubah passwordnya. Kemudian klik Generate Password dan WordPress akan memberikan kombinasi password yang sulit ditebak.

Leave a Reply